Mengapa Kiswah Ka'bah Diganti Saat 1 Muharram? Ternyata Ini Makna Spiritual Dibaliknya

Pergantian tahun baru Hijriah tidak hanya menjadi momentum pergantian kalender bagi umat Islam. Di Masjidil Haram, Makkah, datangnya 1 Muharram juga ditandai dengan prosesi pergantian kiswah Ka'bah yang sarat makna spiritual dan menjadi simbol pembaruan diri.
Pada tahun ini, pergantian kiswah Ka'bah berlangsung bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah atau Senin (15/6/2026). Prosesi pergantian kain penutup Ka'bah tersebut dimulai pukul 16.00 waktu Arab Saudi hingga menjelang tengah malam.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina, mengatakan pergantian kiswah pada awal tahun Hijriah mengandung pesan mendalam bagi umat Islam untuk memulai perjalanan baru dengan semangat yang lebih baik.
"Secara spiritual bisa membangkitkan semangat bagi para umat Islam, di mana 1 Muharram itu menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah," kata Erti saat berbincang dengan tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin (15/6/2026).
Simbol Pembaruan dan Semangat Baru
Menurut Erti, pergantian kiswah tidak hanya bertujuan menjaga kondisi fisik kain penutup Ka'bah, tetapi juga menjadi simbol pembaruan yang relevan dengan datangnya tahun baru Islam.
Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai negara menyentuh kiswah saat melaksanakan ibadah tawaf. Karena itu, pergantian kiswah diperlukan untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan Baitullah.
"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu, dan dalam satu tahun sudah berapa juta yang memegang. Sehingga ini diperlukan pembaharuan, diganti untuk tetap menjaga keindahan dari Baitullah," ujarnya.
Erti menjelaskan, pergantian kiswah pada 1 Muharram merupakan kebijakan yang relatif baru. Sebelum 2022 atau 1444 Hijriah, kiswah Ka'bah diganti setiap 9 Zulhijah atau bertepatan dengan hari Arafah saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
"Sebelumnya pergantian kiswah itu saya pernah mengalami di 2018, yaitu 9 Zulhijah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan menggantinya dari 9 Zulhijah menjadi 1 Muharram pada 2022 atau 1444 Hijriah," jelasnya.
Momentum Muhasabah Menyambut Tahun Baru Islam
Lebih jauh, Erti menilai pergantian kiswah menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas spiritual dari waktu ke waktu.
"Terkait makna spiritual, pergantian kiswah ini menjadi pengingat untuk kita bahwasanya kita senantiasa memperbaharui kualitas spiritual kita. Bahwa segala sesuatu yang menyelubungi atau yang terselubung dalam hati kita dan amal kita senantiasa terus kita koreksi dan perbaiki," tuturnya.
Menurutnya, sebagaimana kiswah lama yang dilepas dan diganti dengan yang baru, umat Islam juga perlu meninggalkan berbagai kesalahan, kelalaian, serta kebiasaan buruk di masa lalu.
"Ketika hal-hal itu masih tersimpan, hal-hal jelek di masa lalu, maka kita akan buang dan kita akan perbaiki untuk masa yang akan datang dengan tekad yang baru, dengan semangat yang baru, dengan kesucian yang baru," katanya.
Erti berharap datangnya 1 Muharram dapat menjadi titik awal bagi umat Islam untuk memperbaiki perjalanan rohani mereka.
"Mudah-mudahan di 1 Muharram ini menjadikan perjalanan rohani kita ke depan menjadi lebih baik," ujarnya.
Dibuat Hampir Setahun, Kiswah Simpan Pesan Kesungguhan
Selain memiliki makna spiritual, kiswah Ka'bah juga menyimpan cerita tentang proses panjang pembuatannya. Erti mengungkapkan bahwa pembuatan kiswah membutuhkan waktu hampir satu tahun dengan melibatkan banyak pengrajin serta penggunaan bahan berkualitas tinggi.
"Untuk membuat kiswah itu membutuhkan ratusan pengrajin, membutuhkan kain sutra terbaik, membutuhkan ketelitian, membutuhkan kreativitas, kesabaran. Karena untuk membuatnya itu hampir satu tahun, kurang lebih sebelas bulan proses pembuatannya," ungkapnya.
Menurut Erti, proses tersebut mengajarkan bahwa perubahan dan perbaikan diri tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga.
"Nah, dengan pelepasan kiswah yang lama ini mensyaratkan pengakuan atas masa lalu kita bahwa dalam satu tahun ke belakang mungkin banyak hal, kekhilafan, kelalaian yang pernah kita lakukan. Maka dengan bergantinya kiswah yang baru mengandung harapan, permohonan, ketundukan kepada Allah SWT, senantiasa kita bisa memperbaiki ketakwaan kita, keikhlasan kita dan juga tentunya kita bisa menambah ilmu kita untuk jalan menuju Allah," pungkasnya.
Sumber : https://himpuh.or.id/blog/detail/4496/mengapa-kiswah-kabah-diganti-saat-1-muharram-ternyata-ini-makna-spiritual-dibaliknya
